Tempatnya tersembunyi namun memiliki pesona sejarah yang dalam. Ya, di desa Lingga masih tersisa  rumah adat  yang diperkirakan berumur lebih dari 250 tahun. Penasaran?

Lingga berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang terletak di ketinggian 1200 mdpl. Titik ini berjarak 15 km dari Berastagi dan 5 km dari kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. Jika Anda dari Medan, menuju Desa Lingga hanya membutuhkan waktu 2 jam saja. Karenanya, untuk mencapai tempat ini sebaiknya Anda menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa.

Keistimewaan desa yang berlatar belakang kemegahan Gunung Sinabung ini karena masih lestarinya bangunan-bangunan  tradisional yang kini semakin sulit ditemui. Misalnya rumah adat, jambur (tempat menyelenggarakan pesta) dan griten (penyimpan kerangka jenasah). Rumah adat Karo memiliki ciri dan bentuk yang sangat khusus, didalamnya terdapat ruangan yang besar dan tidak mempunyai kamar- kamar. Satu rumah biasanya dihuni 8 hingga 10 keluarga. Rumah adat berbentuk panggung ini tingginya mencapai 2 meter dan ditopang dengan 16 buah kayu berukuran besar. Atap rumah dibuat dari ijuk. Pada kedua ujungnya terdapat anyaman bambu berbentuk segitiga disebut ayo-ayo. Pada puncak ayo-ayo terpasang kepala kerbau dengan posisi menunduk ke bawah. Hal itu dipercaya dapat menolak bala.

Nah, rumah-rumah adat ini lama kelamaan memang menjadi tak terawat karena penduduk setempat tidak memiliki cukup uang untuk melakukan renovasi. Hingga akhirnya tinggal 2 rumah yang masih mungkin diperbaiki. Atas kerjasama World Monuments Fund  (WMF) , Badan Warisan Sumatera dan Universitas Katholik Santo Thomas Medan melakukan proyek perbaikan rumah pada 2012 lalu. Hasilnya ada 4 bangunan yang berhasil diperbaiki yakni dua rumah, 1 jambur  dan griten.

Pada awalnya, berdasarkan catatan sejarah, Lingga yang dikenal sebagai perkampungan Batak Karo memiliki 28 rumah adat yang bernama Siwaluh Jabu. “Waluh” artinya delapan sedangkan “Jabu” artinya rumah atau ruang utama. Jika Anda mengunjungi desa ini bertanyalah pada petugas yang menjaga “guide information”. Ia akan menceritakan kepada Anda tentang sejarah dan keberadaan Siwaluh Jabu. Salah satu rumah adat yang masih bisa ditemui adalah rumah milik Damson Toragan yang bersama istri dan 5 orang anaknya menghuni Siwaluh Jabu.

Selepas melihat rumah adat, tak ada salahnya jika Anda juga mengunjungi Museum Lingga yang didirikan sejak tahun 1977 oleh Pangkowilham Kodam II bukit Barisan saat itu, G.H Mantik. Museum yang resmi dibuka untuk umum pada 6 Juni 1989 itu berisi 206 koleksi seperti kain, topeng, peralatan dapur, peralatan musik, berburu, pertanian, mata uang dan benda-benda sejarah lainnya.

Sesampainya kembali ke Medan Anda bisa meneruskan liburan ke beberapa tempat wisata seperti Museum Sumatera Utara, Merdeka Walk dan Tjong A Fie Mansion

Selama melancong Anda bisa menginap di Hotel Aryaduta Medan, Travellers Suites Hotel dan Alpha Inn.

Peta lokasi Lihat Peta Lebih Besar

Rujukan sarana wisata di Yogyakarta : info sewa mobil di Yogyakarta

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • rumah adat karo
  • rumah adat batak KARO
  • desa lingga ka
  • gambar rumah adat karo
  • rumah adat karo di berastagi
  • alamat rumah adat karo didesa lingga brastagi
  • rumah adat karo yg masih asli
  • Rumah adat lingga
  • wisata Desa Kuno yang bernama Desa Lingga
  • profil desa budaya lingga

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,