Suasana lengang dan hening sekejap terasa menenangkan jiwa, aroma dupa yang terbawa hembusan angin menuntun untuk pergi ke sebuah Vihara yang tampak sunyi. Tak banyak orang berada di sekitar vihara, hanya beberapa biksu tengah kusyuk bersembahyang di dalam vihara yang agung ini. Inilah Vihara Gunung Timur yang konon merupakan vihara ternama di Medan sampai seluruh Sumatera Utara. Keheningan Vihara Gunung Timur mengingatkan sekilas tentang atmosfer biara/vihara Shaolin, provinsi Henan China. Sungguh terasa berada di Tiongkok. Vihara ini berada di Jl. Hang Tuah 16, Medan. Tak jauh dari lokasi Vihara, pengunjung dapat pula sekaligus singgah di kuil Hindu ala India, kuil Shri Mariamman.

Didirikan sekitar tahun 1930 oleh banyak donatur, vihara ini berdiri di sebuah areal yang sangat luas mencapai 5.000 meter persegi. Tampak di luar vihara terdapat halaman kosong yang luas. Sedangkan bagian dalam merupakan tempat para biksu dan umat Buddha bersembahyang. Di depan pintu masuk vihara berdiri dua buah patung singa hitam dan dua patung singa putih yang terukir secara mendetil selalu menjaga keheningan vihara. Saat menatap ke atas, anda akan melihat lampion-lampion merah cantik yang akan menyala pada malam hari. Patung-patung ikan berkepala naga juga terlihat gagah berdiri di atas vihara. Singa dan naga, melambangkan filosofi yang unik.

Nampak dari luar, keseluruhan vihara berwarna merah cocok seperti vihara-vihara yang ada di negara tirai bambu, Cina. Saatnya masuk ke dalam vihara, pengunjung dapat merasakan kesunyian dan keheningan vihara yang selalu terjaga. Di salah satu ruangan yang didominasi warna merah dan kuning terdapat sebuah bedug yang juga berwarna merah, seperti bedug yang dipergunakan di masjid untuk penanda waktu shalat. Beberapa lampion merah tergantung diam di ruangan ini beserta altar kecil bertuliskan huruf China, di atasnya berdiri patung dewa-dewa kepercayaan dalam agama Buddha. Tak jauh dari altar, sebuah gentong besar berisi hio-hio merah yang menyala menambah keharungan ruangan. Di tempat ini, pengunjung beragama Buddha dapat berdoa di depan altar setelah menancapkan dupa-dupa tersebut.

Lilin-lilin terpasang menyala begitu saja di bagian dalam vihara, pencahayaan yang tidak begitu terang selalu menjaga tempat ini tetap hening setiap harinya. Tiang-tiang penyangga dekat pintu masuk kelihatan antik dan kokoh. Di setiap tiang tersebut terpahat huruf-huruf China berwarna keemasan. Perbedaan tak tampak mencolok dari vihara-vihara lain di Medan. Walau dikenal banyak orang sebagai vihara paling terkenal di Medan, ada juga peraturan vihara yang tidak memperbolehkan pengunjung untuk mengambil gambar, ditakutkan aktivitas potret-memotret akan mengganggu ketenangan umat yang sedang bersembahyang.

Cara menuju Vihara Gunung Timur :

– Naik betor dari kawasan Masjid Raya atau dari titik nol, Lapangan Merdeka yang menuju Taman Sudirman.
Fee : Rp 10.000,- Rp 15. 000,-
=> tidak ada biaya masuk Vihara

Hotel terdekat dari Vihara Gunung Timur

Emerald Garden Hotel

Travellers Suites Hotel

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook. Jika Anda tertarik untuk bercerita mengenai pengalaman Anda.

Incoming search terms:

  • gambang wihara cantik di daerah medan
  • gambar gambar dewa yang ada di kelenteng vihara gunung timur medan
  • secara gunung Timur

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,